Musik

“Melawan” Melalui Musik

Banyaknya wanita permulaan beraneka jenis latar buntut dan profesi membaur dalam upaya ‘Hands Off’ pada melantaskan gaung antikekerasan pada perempuan.

melawan melalui musik

Ini bukan kali perdana wanita Indonesia mulai sejak menggaungkan muslihat mengatakan antikekerasan dan menggandeng wanita terhadap lebih siuman berkaitan hak atas tubuhnya lewat musik.

Dulu kenapa gelombang muslihat antikekerasan mulai sejak marak digaungkan lewat musik?

Kartika Jahja, vokalis Tika & The Dissidents yg lagi berpartisipasi dalam upaya Hands Off punya anggapan budaya kezaliman -tidak cuma bagi wanita, tapi masih group rentan- baka karena budaya ini telah mendarah daging di moral bersahabat penduduk. faktor ini yg menciptakan pelecehan jadi faktor yg dianggap wajar dihadapi oleh perempuan.

“Menurutku, apa yg kita melakukan bukan cuma melantaskan aspirasi, tapi tambah mengganti budaya yg harmful (berbahaya) untuk group rentan. Intinya yakni menandingi budaya dgn budaya yg lebih acceptable tercapai( dan menormalkan kesetaraan gender,” tutur wanita yg akrab disapa Tika untuk BBC Indonesia.

Pelecehan seksual, terhadap Tika, yakni upaya orang lain, dalam elemen ini lebih tidak jarang dilakukan oleh setengah laki-laki, pada mendahulukan otoritas mereka guna segenap wanita dan group lain yg lebih rentan.

“Bahwa dirinya lebih berwajib dgn menghasilkan orang lain merasa gugup, sewaktu itu dinormalkan, kerja kita buat mengalihkan mindset susunan( pikir) ini,” imbuhnya.

Menandingi budaya dgn budaya

Thn dulu, Tika & Dissidents launcing Tubuhku Otoritasku, single perdana awal album Merah. Video lagu bersama nuansa rock and roll ini awal kali diluncurkan Maret th dulu di pasar malam Tubuhku Otoritasku dan mengutarakan 32 wanita mulai sejak bermacam kalangan.

Di perdana video, beberapa di jarak mereka yg mengatakan aspirasi berkenaan pengalamannya di warga, bagaimanakah sewaktu ini badan wanita menggondol tidak sedikit sekali aturan, penghakiman, dieksploitasi, dipermalukan, kian dijadikan obyek kekerasan

Jalan berlawanan berasal mereka menciptakan pendapat tunggal menyangkut tubuhnya dan pilih solo di bidang badan mana mereka mau menuliskannya.

Musisi yg serta guru besar di kampus Indonesia, Teraya Paramehta menandatangani Indonesia kesalahan karya seni, -baik seni rupa ataupun seni musik- yg jadi wahana wanita mendiskusikan isu sehari-hari tergantung kekejaman yg mereka hadapi.

Singkat yg berbicara menyangkut isu ini, semoga ini sanggup menghinggapi, ujarnya.

Tera tambah memaparkan bahwa tidak sedikit orang yg beranggapan pop culture (budaya pop) tak bermanfaat sebab penikmat karya-karya budaya pop tak mengambil perselisihan agung dalam budaya sosial.

“Ini salah gede, dikarenakan ini makin yg menempa adab, tegasnya, seraya menuturkan budaya yg terwujud kini adalah rakitan bermula budaya pop dekade-dekade sebelumnya.

Maka permulaan itu, beliau meyakini bahwa guna mengganti budaya kesewenang-wenangan, mesti dilawan dgn budaya baru, salah satunya yakni lewat edukasi. “Education is kalem, but powerful,” cetusnya.

Kiat berpakaian

Tidak cuma Tika & Dissidents, rapper wanita bernama Yacko turut menghasilkan antikekerasan bagi wanita yang merupakan tema single terbarunya.

Buat Yacko, cara Hands Off yaitu satu buah wujud pemberontakan guna pelecehan seksual di jalan. Pasalnya, nyaris tiap-tiap jam wanita di Indonesia meraih tindakan tak menyenangkan, baik di jalan, ruang tugas, ataupun di hunian sendiri.

“Ini pada menaikkan kesadaran bahwa yg dilakukan ialah tak lazim, ucap Yacko.

Yg lebih mendebarkan tambah, tambahnya, tidak sedikit orang yg mempunyai anggapan bahwa aspek terselip merupakan biasa dan mesti dimaklumi sebab dianggap juga sebagai candaan.

Tidak cuma itu, di tidak sedikit masalah pelecehan seksual di jalanan, lebihlebih yg disalahkan yaitu wanita lantaran kiat berpakaian. budi bahasa ini, akan Yacko, makin melanggengkan rape culture (budaya yg menoleransi dan beri dukungan kebuasan seksual).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s